Disore harinya sepulang gereja, seperti biasa sang anak pergi kekandang kambingnya untuk memberi makankambingnya, dan dia teringat atas apa yang telah di ucapkan ayahnya dia bergegas memberikan 1 kambing miliknya kepada tetangganya yang memang pada waktu itu tetangganya tersebut belum memiliki kambing.
Keesokan harinya sang anak pergi sekolah lalu sang ayah pergi kekandang kambing miliknya untuk memberi makan kambing tersebut. Dengan rasa kaget dan marah sang ayah melihat kambingnya tinggal 1 dan dia terus bertanya tanya smbil pulang kerumah dan menunggu anaknya pulang untuk di tanyakan tentang masalah ini. Si anak telah pulang tanpa basa basi sang ayah menanyakan kepada anaknya sembari marah marah " Dimana kambing kita itu satu lagi..!!! " sang ayah tidak perduli lagi dengan keadaan sekitar bahwa orang yang dimarahinnya tersebut adalah anak kandungnya. Sifat sianak tetap tegar dan tenang, dengan bangganya dia menjawab kepada bapaknya : " Udah saya berikan pak !! ketetangga sebab kambing kita kan 2 ekor dan semalam bapak berkotbah dan mengatakan bila ada barang atau apapun milik kita yang melebihi satu apa salahnya kita memberikannya satu kepada orang lain ? "
Dengan rasa malu dan sangat marah sang ayah menyebutkan " Ucapan ku itukan bukan untuk kita melainkan untuk oranglain...!!! " sang anak merasa bingung dan terdiam mendengarkan perkataan dari ayahnya.
" Cerita di atas hanya fiktik belaka bila ada kejadian persis seperti cerita di atas kami tidak sengaja dalam hal ini, dan kami mohon maaf "
Kesimpulan :
- Sebagai manusia kita sering menyepelekan ataupun melupakan semua perkataan yang pernah kita ucapkan kepada orang lain.
- Dalam menyampaikan suatu ucapan kita sebaiknya lebih berhati hati dan tetap menyadari setiap perkataan kita itu adalah wujud dari diri kita.



Tidak ada komentar:
Posting Komentar