Jumat, 01 Maret 2013

Foto Pernikahan

Pada zaman maju sekarang ini, generasi muda banyak beranggapan bahwa kebudayaan yang dulu itu menjadi simbol dari setiap etnis masing masing, saya melihat dan menyadari bahwa banyaknya perubahan yang begitu dramatis mulai dari tahun 1995 sampai sekarang,  satu alasan positifnya yang bisa kita lihat adalah dalam halnya pernikahan, sampai saat ini perkembangan zaman di dunia yang begitu modren ini tidak menurunkan unsur menghilangkan foto wedding di kalangan pernikahan suku Batak khususnya Batak Toba. Mungkin foto wedding ini akan menjadi satu tiang yang kokoh untuk pondasi dari adat pernikahan di kalangan Batak Toba.
Banyak pendapat yang positif tentang foto pernikahan yang di ambil di greja, dan ini sudah menjadi tradisi. Foto pernikahan ini sangat lah di perlukan di adat pernikahan orang Batak Toba padahal ujung ujungnya foto tersebut hanya sebagai hiasan biasa saja, memang banyak juga golongan yang menganggap foto ini sebagai suatu moment yang berharga. Untuk kalangan tertentu foto pernikahan ini dijadikan sebagai simbol untuk pamer, tapi itu hanya segelintir saja. Kebanyakan sang aktor di foto itu ( Orang yang menikah tersebut ) pada saat acara tidak begitu memperdulikan sebesar apa kegunaan dari foto pernikahannya, mungkin pada saat acara tersebut sang aktor/aktris nya merasa tidak percaya diri atau malu dan grogi, tapi itu hal biasa yang di alami seseorang yang belumpernah mengalaminya.

Pendapat tentang perlunya foto pernikahan ini patut di contoh buat generasi berikutnya, dan tidak akan musnah bahkan akan selalu hadir di setiap acara pernikahan adat Batak Toba khususnya.
  • Penjelasan tentang Foto pernikahan dan nilai fosotifnya
foto pernikahan ini akan menjelaskan dan menjadi bukti bahwa yang bersangkutan telah menjalani pernikahan dan para pelaku yang ada di foto tersebut dapat menjelaskan bahwa dia telah menghadiri pernikahan tersebut. Foto ini dapat menerangkan dan membuktikan bahwa orang yang berfose dengan sang mempelai merupakan keluarga dia, bisa juga orang tua,  kakak, abang, om, paman, tante, nenek/kakek, dansebagainya. dan bila suatu saat sang mempelai hidup jauh dengan para keluarga tersebut, sang mempelai dapat mengenang dan mengingat kembali wajah wajah dari keluarga mereka.
  • Nilai Negatif nya
Memang hal foto pernikahan ini tidak diwajibkan sebagai satu element adat Batak Toba, tapi manusia mempunyai rasa cemburu dan egois, memang bagi orang berada hal ini tidak di perhitungkan, tapi bagi orang yang memang tidak mampu, foto pernikahan ini akan menjadi satu cambuk buat dia karena satu alasan bahwa foto pernikahan ini sudah tren dari dulu di kalangan suku Batak Toba.

Artikel berlangganan GRATIS melalui email

6 komentar:

 


feedburner