Disuatu ketika kepala desa yang ada di kampung itu yang memang sudah lama menjabat dan periodenya sudah habis serta ingin pensiun dengan rencana pindah kerumah yang telah di beli anak anaknya di luar kota, membuat syukuran serta mengundang semua pelayan gereja dan pendeta mereka begitu juga dengan warganya agar datang ke rumahnya. Tiba di hari dimana acara syukuran tersebut dilaksanakan semua warga dan wakga serta para sintua gereja setempat sudah datang berkumpul di rumah kepala desa tersebut. Pendeta menanyakan ke pada sintua setempat agar pelaksanaan ibadah syukuran itu di laksanakan. tapi para sintua merasa tidak nyaman sebab keperluan untuk acara syukuran tersebut berada di tangan pak Amin yang memang belom datang. kebaktian pun di tunda beberapa jam, saat pak amin datang kebaktian pun dilaksanakan. Setelah acara selesai pendeta menanyakan kepada pak Amin.
Pendeta : Pak Amin kenapa bapak lama kali datangnya tadi, dan kenapa acara ibadah itu di tulis dengan tulisan tangan ?
Pak Amin : maaf amang.. jarak antara rumah saya ke sini cukup jauh, dan soal acara tersebut saya tulis tangan berhubung mesin ketik saya tidak ada.
Semua orang yang mendengarkan penjelasan itu termasuk bapak kepala desa yang mengadakan syukuran itu maklum atas keadaan tersebut.
Setelah beberapa bulan berlalu Kepala desa mereka habis jabatan dan ingin pindah ke rumah yang telah di sediakan anaknya. saat pindah pak Amin di panggil kepala desa kampung itu agar bersedia untuk membantu mengangkat prabotan rumahnya, dan pak Amin pun datang. Kepala desa memaggil pak Amin dan memberikan sepeda bekasnya ke pak Amin setelah semua kebaikan yang telah dia lakukan selama ini. Dengan bangga dan hati terharu pak Amin mengucapkan banyak terimakasih. Serta pak kepala desa tersebut meninggalkan satu mesin ketik buat gereja tersebut yang memang mesin ketik tersebut tidak dia pergunakan lagi. Dengan senang hati para warga menerimanya. Para sintua gereja tersebut memberikan wewenang agar pak Amin mempergunakannya dalam keperluan gereja mereka.
- Kesimpulan



test
BalasHapus